Manajemen Personalia

Pembahasan mengenai arti penting dan eksistensi manusia pada perusahaan tidak bsia dilepaskan dari perkembangan yang terjadi dalam fondasi ekonomi masyarakat. Pada saat unsure SDM masih belum begitu diperhitungkan dalam bisnis, maka hanya sedikit perhatian yang diberikan oleh perusahaan kepada mereka. Urusan SDM pada saat itu biasanya hanya diserahkan kepada spesialis personalia yang berada dibagian manajemen personalia. Oleh karena tugas yang dikerjakan oleh para spesialis personalia ini dinilai tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan, maka pada saat itu manajemen personalia dianggap sebagai tempat buangan. Perhatian kepada SDM mulai meningkat saat kemajuan teknologi dan globalisasi terbukti mampu mendorong terjadinya perusabahan lanskap bisnis dari seller market menjadi buyer market. Perubahan lanskap bisnis ini menuntut setiap perusahaan untuk senantiasa dapat menyediakan produk atau layanan yang lebih baik dibandingkan dengan kompetisi, agar dapat memenuhi ekspetasi konsumen yang makin spesifik dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Tuntutan ini dapat dipenuhi bukan hanya jika perusahaan memiliki proses yang kapabel, melainkan juga mempunyai SDM yang mumpuni yang mampu menjalankan proses tersebut dengan baik.

Meningkatnya perhatian manusia sebagaimana dijelaskan menyebabkan urusan manusia yang semula berada dipinggir menjadi bergerak ke tengah. Hal ini menjadi pendorong peurbahan dari manajemen personalia menjadi manajemen SDM. Jika manajemen personalia lebih menitikberatkan pada aspek administrasi, maka manajemen SDM ke aspek manusia. Akibatnya  bagian SDM diperusahaan terbagi menjadi dua. Yang pertama masih berurusan dengan administrasi SDM, sedangkan yang kedua mulai memfokuskan diri pada pengembangan SDM.Bentuk pengembangan SDM yang banyak diterapkan oleh perusahaan biasanya merupakan pelatihan, coaching, mentoring, rotasi jabatan dan penugasan pada proyek (project assignment).

Situasi kembali berubah saat kesen jangan antara nilai pasar saham dengan nilai buku perusahaan makin melebar dari waktu ke waktu, Muncul kesadaran di benak banyak orang bahwa terdapat faktor intangible yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Salah satu faktor intangible utama yang dinilai berpengaruh besar dalam mempengaruhi  nilai perusahaan adalah faktor SDM. Oleh karena itu muncul pendapat yang mengatakan bahwa SDM merupakan aset perusahaan yang berharga. Sebagai aset yang berharga, SDM perlu dijaga dengan baik. Berdasarkan kenyataan ini, lalu muncul usulan untuk mengubah istilah manajemen personalia ke manajemen SDM dan menjadi manajemen human capital. Manajemen SDM dinilai lebih cocok untuk pengelolaan manual worker, sedangkan bagi knowledfe worker pendekatan manajemen human capital dirasakan lebih sesuai. Walaupun pandangan ini cukup menarik, tampaknya masih memerlukan pengujian akademis lebih lanjut mengangkut apakah hal lain hanya merupakan perubahan semantic atau perubahan yang bersifat mendasar. Jangan sampai terjadi keadaan yang hanya terminologinya saja yang berubah, tetapi esensi dan proses yang dilakukan pada dasarnya tetap sama.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi manajemen sumber daya manusia esensial adalah memastikan agar organisasi dapat mencapai tujuan-tujuan startegi dengan memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi secara kuantitas maupun kualitas, kompeten, dan menghasilkan kinerja yang efektif hingga superior pada jabatan dan peranan masing-masing serta berkontribusi optimal dalam memajukan organisasi. Untuk memenuhi kebutuhan fungsi vital tersebut , manajemen sumber daya manusia menjalankan berbagai aktivitas mulai dari rekrutmen, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, rotasi, jabatan dan peranan dengan orang-orang yang tepat disatu sisi, sementara di sisi lain, harus pula diciptakan system pengelolaan untuk memastikan orang-orang tersebut termotivasi untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk berkontribusi  secara optimal, antara lain dengan seefektif mungkin menjalankan system kompensasi, fasilitas, jalur karier dan sebagainya.

Problem paling rumit dalam pengelolaan fungsi manajemen sumber daya manusia dihadapi oleh berbagai organisasi yang tidak mempunyai perencanaan yang sistematis dan matang, serta prosedur  yang terstruktur rapi dan sistematis dalam menjalankan fungsi dan aktivitas-aktivitas pengelolaan sumber daya manusianya. Tanpa struktur yang terencana secara sistematis, upaya pengelolaan sumber daya manusia serinhg terjerumus dalam jebakan-jebakan yang menyesatkan. Berbagai inisiatif untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia-assesent, kompetensi, pelatihan dan pengembangan, pengelolaan kinerja, berjalan tanpa hasil memadai sebagaimana yang diharapkan. Salah satu kesalahan fatal yang tipikal dilakukan oleh para manajer dalam inisiatif-inisiatif semacam itu, dalam beragam bentuk program assessment maupun pengembangan, adalah sifatnya yang reaktif. Kesalahan tipikal lainnya adalah standar atau criteria pengukuran yang tidak jelas, tidak terpadu, dan tidak pasti relevansinya. Kesalahan berikutnya adalah penggunaan metode pengukuran yang tidak dapat diandalkan, akurasi, reliabitas, dan validitasnya. Kesahalan-kesalahan ini sering memerangkap upaya-upaya manajemen dalam lingkaran program tanpa kesudahan. Sementara berbuat dalam perangkap semacam itu, secara tipikal manajemen akan mengerahkan upaya dan sumber daya yang dimiliki untuk lebih berfokus lagi menanggapai berbagai problematika keseharian, jangka pendek yang ditimbulkan siklus diatads, seperti masalah kinerja karyawan, posisi yang kosong, turn over karyawan, dan seterusnya.

Sementara itu fungsi manajemen sumber daya manusia yang lain dapat terlalaikan, yaitu suksesi, pengembangan SDM untuk menjamin ketersediaan dan keadanalan para pemimpin di masa mendatang sebagai tujuan jangka panjang yang tidak kalah penting. Dengan demikian, sukmber daya manusia yang potensial akan berkembang secara alami sebagai para pemimpin spesialis, yang biasanya hanya adekuat pada kompetensi khusus atau dibidang teknis tertentu saja. Kebutuhan untuk mengembangkan para pemimpin yang komplet pemimpin yang menguasi lingkup kompetensi teknis dalam kuantitas dan kualitas yang memadai sekaligus menguasai kompetensi-kompetensi professional, manajerial, dan organisasional yang generic maupun spesifik jarang tercapai. Kondisi demikian akan membatasi fleksibilitas organisasi dalam mengandalkan kepemimpinan mereka secara dinamis untuk penugasan atau penempatan pada posisi-posisi general management yang lebih luas dan beragam.

Hubungan Pembagian Kerja dan Wewenang Karyawan Terhadap Prestasi Kerja pada Bank XYZ

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Judul : Hubungan Pembagian Kerja dan Wewenang Karyawan Terhadap Prestasi Kerja pada Bank XYZ

Perusahaan pada hakekatanya terdiri dari kumpulan orang-orang  dan peralatan operasionalnya. Sehingga upaya pencapaian tujuan dalam memaksimalkan keuntungan dan berhasil atau tidaknya suatu misi perusahaan untuk mencapai tujuan ditentukan oleh individu-individu yang menjalankan manajemen yang dilaksanakan perusahaan.

Masalah Manajemen itu akan selalu ada bila perusahaan masih menjalankan aktivitasnya. Jadi manajemen sangat penting bagi seorang manajer dalam menentukan otoritas tertinggi untuk menggerakkan karyawan. Agar dapat melakukan  aktivitas atau bekerja secara efektif bagi perusahaan demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Seorang  manajer dalam menggerakkan orang-orang untuk mendapatkan sesuatu haruslah mempunyai ilmu  pengetahuan dan seni, agar orang mau melakukannya. Untuk itulah diperlukan suatu wadah yang dapat menghimpun setiap orang, wadah itulah yang disebut dengan organisasi.

Organisasi  itu sendiri merupakan alat yang  paling berhubungan dengan satuan-satuan kerja, yang diberikan kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur wewenang. Sehingga pekerjaan yang akan dilaksanakan dapat dikoordinasikan  oleh perintah para atasan kepada bawahan dari bagian puncak manajemen sampai kebawah dari seluruh unit/bagian.

Perusahaan  yang mempunyai organisasi yang baik dan teratur kemungkinan  besar tidak akan mengalami hambatan-hambatan dalam mengerjakan tugasnya dengan efektif (sebaiknya/semaksimal mungkin). Dan begitu pula sebaliknya bila perusahaan tidak mempunyai organisasi yang baik dan teratur. Sehingga dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan kepada  bawahan akan mengalami hambatan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan  oleh pimpinan kepada bawahan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Beli Pasta Gigi XYZ Pada Mahasiswa

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Judul : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Beli Pasta Gigi XYZ Pada Mahasiswa

Dewasa ini perkembangan dunia usaha maju dengan pesat, hal ini ditandai dengan tingkat persaingan yang semakin ketat, oleh karena itu bagi perusahaan yang mempunyai keinginan untuk memenangkan persaingan tersebut harus mampu merebut konsumen. Dalam merebut konsumen diperlukan suatu strategi pemasaran yang tepat. Sebelum menentukan stategi hendaknya perusahaan mengidentifikasikan keinginan konsumen yang belum dipuaskan, dengan cara menentukan barang yang hendak diproduksi, menentukan cara promosi, menentukan harga yang tepat, dan memilih saluran distribusinya. Jadi kegiatan pemasaran merupakan suatu proses yang saling berhubungan sebagai suatu sistem.

Konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk memuaskan berbagai keinginannya, oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk mempelajari bagaimana perilaku konsumen tersebut dalam pengambilan keputusan belinya. Keinginan manusia yang beraneka ragam, akan menimbulkan berbagai macam perilaku untuk memenuhinya.

Manusia dalam kehidupan sehari-harinya harus selalu memenuhi keperluannya untuk hidup sehat. Salah satunya adalah mengenai kesehatan dan kebersihan gigi. Seseorang yang giginya bersih akan berpenampilan lebih menarik dan timbul rasa percaya diri pada saat berbaur dengan orang lain. Dalam keperluan untuk menjaga kesehatan gigi diperlukan berbagai macam produk kesehatan antara lain sikat gigi, obat kumur dan pasta gigi. Akan tetapi dalam penyusunan makalah ini, masalah yang akan dibahas adalah mengenai pasta gigi. Dari banyaknya merk pasta gigi yang beredar di masyarakat yang berkeinginan untuk dibeli antara lain Close up, Ciptadent, Formula, Siwak F, Enzim, Ritadent, dan Pepsodent. Dari sekian banyaknya merk pasta gigi tersebut di atas, salah satu merk pasta gigi yang akan diteliti adalah pasta gigi Pepsodent.