Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan sumber daya manusia atau SDM di dalam suatu organisasi adalah integrasi keseluruhan programdari pengembangan yang ada dalam satu kesatuan yang sifatnya sistemik, procedural, dan juga laing melengkapi. Tuntutan model dari integrasi system dalam program pengembangan sumber daya manusia yang mempunyai maksud dan tujuan agar organisasi bisa menjalankan system pengembangan sumber daya manusia secara akuntabel. Selain itu juga, organisasi ini dituntut untuk mampu meningkatkan kinerja dari pengembangan sumber daya manusia hingga ke tingkat yang biasanya paling maksimal. Biasanya hal ini tidak bisa dilihat dari syarat yang utama yang harusnya dipenuhi pada saat menggunakan model integrasi pada ppengembangan sumber daya manusia.

Konsep pengembangan sumber daya manusia itu tersebut yang harus selaras dengan visi, misi, tujuan dan juga sasaran dari organisasinya. Namun, yang paoing penting adalah satu aspek yang harusnya menjadi pemicu bagi suatu aspek yang lainnya. Yang menjadi permasalahan adalah beberapa perusahaan yang ada di Indonesia ini membuat ancangan strategis pengembangan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi tanpa memperhatikan dari hal tersebut. Permasalahan lainnya yang ada dalam program pengembangan sumber daya manusia adalah minimnya suatu pengungkapan informasi mengenai suatu historis pengembangan sumber daya manusia yang pernah dilakukan oleh suatu perusahaan. Dan pada umumnya perusahaan ini hanya mendeteksi upaya dari pengembangan smber daya manusia yang ada pada tingkat yang paling sederhana, yakni mendokumentasikan kegiatan dari pengembangan sumber daya manusia hanya pada hal-hal tertentu, dan tidak pada hal-hal yang sifatnya paling detail dan menyeluruh.

Upaya yang dilakukan pada pengembangan sumber daya manusia dianggap sebagai suatu bentuk dari bagian rutinitas operasional suatu perusahaan. Oleh sebab itulah, pendokumentasian sering bersifat parsial dan juga tidak terintegrasi dengan system yang lain. Padahal, upaya yang dilakukan dari pengembangan sumber daya manusia yang pernah dilakukan oleh suatu perusahaan menjadi suatu titik tolak atau trigger bagi aspek yang lainnya. Misalnya adalah kegiatan yang dimaksudkan adalah suatu aspek pengembilan suatu putusan untuk melakukan promosi pada jabatan, untuk kebutuhan analisis dampak dari program pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja yang dihasilkan dan untuk suatu kebutuhan yang paling strategis, yakni menjaga konsistensi keterampilan yang dimilki pada tingkatan yang sifatnya senantiasa maksimal.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi manajemen sumber daya manusia esensial adalah memastikan agar organisasi dapat mencapai tujuan-tujuan startegi dengan memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi secara kuantitas maupun kualitas, kompeten, dan menghasilkan kinerja yang efektif hingga superior pada jabatan dan peranan masing-masing serta berkontribusi optimal dalam memajukan organisasi. Untuk memenuhi kebutuhan fungsi vital tersebut , manajemen sumber daya manusia menjalankan berbagai aktivitas mulai dari rekrutmen, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, rotasi, jabatan dan peranan dengan orang-orang yang tepat disatu sisi, sementara di sisi lain, harus pula diciptakan system pengelolaan untuk memastikan orang-orang tersebut termotivasi untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk berkontribusi  secara optimal, antara lain dengan seefektif mungkin menjalankan system kompensasi, fasilitas, jalur karier dan sebagainya.

Problem paling rumit dalam pengelolaan fungsi manajemen sumber daya manusia dihadapi oleh berbagai organisasi yang tidak mempunyai perencanaan yang sistematis dan matang, serta prosedur  yang terstruktur rapi dan sistematis dalam menjalankan fungsi dan aktivitas-aktivitas pengelolaan sumber daya manusianya. Tanpa struktur yang terencana secara sistematis, upaya pengelolaan sumber daya manusia serinhg terjerumus dalam jebakan-jebakan yang menyesatkan. Berbagai inisiatif untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia-assesent, kompetensi, pelatihan dan pengembangan, pengelolaan kinerja, berjalan tanpa hasil memadai sebagaimana yang diharapkan. Salah satu kesalahan fatal yang tipikal dilakukan oleh para manajer dalam inisiatif-inisiatif semacam itu, dalam beragam bentuk program assessment maupun pengembangan, adalah sifatnya yang reaktif. Kesalahan tipikal lainnya adalah standar atau criteria pengukuran yang tidak jelas, tidak terpadu, dan tidak pasti relevansinya. Kesalahan berikutnya adalah penggunaan metode pengukuran yang tidak dapat diandalkan, akurasi, reliabitas, dan validitasnya. Kesahalan-kesalahan ini sering memerangkap upaya-upaya manajemen dalam lingkaran program tanpa kesudahan. Sementara berbuat dalam perangkap semacam itu, secara tipikal manajemen akan mengerahkan upaya dan sumber daya yang dimiliki untuk lebih berfokus lagi menanggapai berbagai problematika keseharian, jangka pendek yang ditimbulkan siklus diatads, seperti masalah kinerja karyawan, posisi yang kosong, turn over karyawan, dan seterusnya.

Sementara itu fungsi manajemen sumber daya manusia yang lain dapat terlalaikan, yaitu suksesi, pengembangan SDM untuk menjamin ketersediaan dan keadanalan para pemimpin di masa mendatang sebagai tujuan jangka panjang yang tidak kalah penting. Dengan demikian, sukmber daya manusia yang potensial akan berkembang secara alami sebagai para pemimpin spesialis, yang biasanya hanya adekuat pada kompetensi khusus atau dibidang teknis tertentu saja. Kebutuhan untuk mengembangkan para pemimpin yang komplet pemimpin yang menguasi lingkup kompetensi teknis dalam kuantitas dan kualitas yang memadai sekaligus menguasai kompetensi-kompetensi professional, manajerial, dan organisasional yang generic maupun spesifik jarang tercapai. Kondisi demikian akan membatasi fleksibilitas organisasi dalam mengandalkan kepemimpinan mereka secara dinamis untuk penugasan atau penempatan pada posisi-posisi general management yang lebih luas dan beragam.

Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi XYZ Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Judul : Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi XYZ Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai

Lengsernya rezim orde baru dan munculnya orde reformasi membawa banyak harapan disertai perubahan terhadap sendi-sendi kehidupan bangsa. Reformasi muncul sebagai akibat terjadinya peningkatan berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya tingkat pendidikan, terbukanya berbagai isolasi, kebebasan mengeluarkan pendapat serta kemudahan dalam melakukan akses informasi. Kondisi ini memberikan dampak terhadap pola perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pengambilan keputusan. Masyarakat pada saat ini sudah semakin kritis dalam mencermati penyelenggaraan kekuasaan Negara. Segala sesuatu yang dianggap menyimpang atau keluar dari jalur yang semestinya, akan cepat mendapat reaksi dari masyarakat baik secara langsung melalui demonstrasi atau unjuk rasa maupun secara tidak langsung melalui pemberitaan di media massa.

Begitu kritisnya masyarakat pada saat ini dengan berbagai tuntutan perubahan yang semuanya mengarah pada suatu harapan yaitu terwujudnya kondisi atau keadaan yang jauh lebih baik, baik kondisi masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

Semakin berkembangnya era globalisasi dan semakin terbukanya arus informasi  telah mengakibatkan terjadinya perubahan paradigma dalam sistem pemerintahan. Perubahan paradigma pemerintahan dari rule driven ke mission driven serta terjadinya pergeseran tuntutan pelayanan publik kearah yang lebih transparan, partisipatif dan akuntabel merupakan fenomena perubahan lingkungan strategis yang berkembang saat ini. Keinginan untuk perubahan tersebut bermuara dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warganegara yang dipicu oleh semakin meningkatnya pendidikan dan pengetahuan warganegara (learning society). Selain itu semakin mandirinya mas media yang didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dan terbuka lebar juga memberikan pengaruh yang cukup besar.

Kenyataan membuktikan bahwa kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional terutama sangat tergantung dari kesempurnaan aparatur pemerintah, serta dukungan dari berbagai instansi pemerintah yang dalam tugas dan fungsinya berbeda-beda namun tetap menjadi satu yaitu menyukseskan pembangunan nasional.

Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan pada Bank XYZ

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Judul : Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan pada Bank XYZ

Dalam menghadapi arus globalisasi sumber daya manusia (sdm) memegang peranan yang sangat dominan dalam aktivitas atau kegiatan perusahaan. Berhasil atau tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusianya (karyawan) dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusianya agar dapat mendorong kemajuan bagi perusahaan dan bagaimana caranya agar karyawan tersebut memiliki produktivitas yang tinggi, yang tentunya pimpinan perusahaan perlu memotivasi karyawannya. Salah satu caranya adalah dengan target promosi.

Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan.

Dengan adanya target promosi, pasti karyawan akan merasa dihargai, diperhatikan, dibutuhkan dan diakui kemampuan kerjanya oleh manajemen perusahaan sehingga mereka akan menghasilkan keluaran (output) yang tinggi serta akan mempertinggi loyalitas (kesetiaan) pada perusahaan. Oleh karena itu, pimpinan harus menyadari pentingnya promosi dalam peningkatan produktivitas yang harus dipertimbangkan secara objektif. Jika pimpinan telah menyadari dan mempertimbangkan, maka perusahaan akan terhindar dari masalah-masalah yang menghambat peningkatan keluaran dan dapat merugikan perusahaan seperti: ketidakpuasan karyawan, Adanya keluhan, tidak adanya semangat kerja, menurunnya disiplin kerja, tingkat absensi yang tinggi atau bahkan masalah-masalah pemogokan kerja.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prekuensi Beli Konsumen Pada Supermarket XYZ

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Judul : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prekuensi Beli Konsumen Pada Supermarket XYZ

Setiap manusia selalu berusaha memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup dengan sebaik-baiknya. Usaha pemenuhan kebutuhan dan keinginan tersebut akan menyebabkan penawaran barang semakin komplek baik dari segi macam maupun jumlahnya. Keadaan tersebut berdampak positif bagi dunia eceran yang ada di Indonesia mulai dari pertokoan sampai supermaket. Sekarang banyak pertokoan yang merubah tokonya menjadi sepermaket dengan tujuan agar memudahkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-harisecara praktis.

Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan yang diambil konsumen dalam melaksanakan keputusan untuk membeli barang atau jasa. Dalam mempengaruhi keputusan beli akan dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Maka dari itu perusahaan harus dapat mengambil tindakan yang tepat dalam memotivasi konsumen untuk memenuhi produk yang dihasilkan dan dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen.

Banyak supermaket yang ada sekarang ini menyebabkan timbulnya persaingan yang ketat antara supermaket yang lainnya. Dalam hal ini, pemasaran mempunyai peranan penting untuk menggugah dan menarik konsumen. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.